Dalam membangun sebuah merek, tidak semata-mata hanya merek itu
sendiri yang dibentuk untuk menjadi top of mind konsumen. Namun juga ada
sisi lain yang tidak kalah penting yakni pelayanan purna jual. Hal ini
akan menjadi kekuatan yang luar biasa karena kepuasan pelanggan atau
konsumen atas pelayanan purna jual akan tersebar mouth to mouth.

“Asiafone
sangat memperhatikan brand image. Kami tak hanya sekedar jualan saja,
tetapi juga selalu meningkatkan layanan purna jual karena hal ini akan
mendorong kepercayaan konsumen terhadap merek Asiafone,” ujar Herman Zhou, Direktur Utama Asiafone menjelaskan.
Untuk menjaga performa merek Asiafone di mata konsumen, maka Asiafone tak segan untuk berinvestasi di bidang service center.
Dalam penanganan purna jual ini, Asiafone tidak sekedar membuka banyak service center saja, tetapi benar-benar dikelola secara mandiri langsung oleh Asiafone.
Di mana setiap service center sudah dilengkapi dengan teknisi yang
handal sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama saat menghadapi
masalah. Teknisi di service center secara rutin di training untuk
meningkatkan kemampuannya.
Asiafone
menerapkan standar layanan sekitar 1 jam, untuk menservis ponsel yang
bermasalah. Sehingga konsumen dapat menunggu agar smartphone
kesayangannya dapat langsung digunakan kembali.
Untuk memastikan standar layanan yang ketat bisa berjalan, Asiafone
membuat sistem online untuk menghubungkan service center dengan head
office, sehingga setiap pekerjaan dapat dipantau dari pusat. Jadi apa
yang sedang dikerjakan, dan berapa pekerjaan yang masih menunggu,
ketersediaan suku cadang, semua terpantau dari pusat. Jadi, ketika ada
spare part yang mulai menipis ketersediaannya, dapat langsung disuplai.
Saat ini, Asiafone
sudah memiliki 22 service center yang tersebar di 21 kota seluruh
Indonesia. Salah satu yang terus diperbaiki kualitas layanannya adalah
di Bandung. Ruangan tunggu yang ber AC dan nyaman menjadi layana purna
jual yang dikedepankan.
” Service Center di Bandung adalah contoh model, layanan kami kepada konsumen,” jelas Herman Zhou.
Melihat tingginya animo masyarakat terhadap produk-produk Asiafone di Bandung, maka layanan after sales berupa service center menjadi mutlak, untuk menjamin rasa aman pengguna ponsel Asiafone.
Selain di Jawa Barat, Asiafone
juga akan terus menambah jumlah service center. Sampai pertengahan
tahun 2015 akan ada penambahan 15 service center lagi. Baik di kota
besar maupun kota satelit yang akan memberikan kenyamanan konsumen
karena menjadi lebih dekat lagi dengan mereka tinggal.
Service center tersebut akan dibangun di Pulau Jawa akan menambah di
daerah Purwakarta, Bogor, Tangerang dan Sidoardjo. Di Sumatera akan
menambah service center di daerah Jambi, Pekanbaru, Bengkulu, Batam dan
Aceh. Di Sulawesi akan menambah di daerah Palu, Kendari dan Gorontalo.
Serta di Indonesia Timur akan dibangun di daerah Lombok dan Kupang.
Sedangkan di Kalimantan akan dibangun di daerah Balikpapan.
Komitmen ini menunjukan bahwa Asiafone
sangat serius dalam membangun merek di Indonesia. Dan tidak banyak
merek lain yang begitu serius membangun service center dan dikelola
mandiri seperti Asiafone ini. So, mau membeli Smartphone ya Asiafone.
Sampai Akhir Tahun Asiafone
sudah mempersiapkan 9 produk terbaru yang akan diluncurkan hingga akhir
2015. Pada tahap awal yang akan diluncurkan pada akhir November 2014
ini ada 4 produk yakni AF 9190, AF 79, AF 77 dan AF90. Ke empat produk
ini akan mengakomodasi konsumen yang ingin berpindah dari feature phone
ke smartphone, sehingga harga yang diberikan pun sangat terjangkau yakni
Rp.400 ribuan.
Saat ini, penyebaran Asiafone
di Indonesia di dominasi wilayah Jabodetabek yang berkisar 30%.
Kemudian untuk wilayah Jawa Barat 15%, Jawa Timur 20%, Jawa Tengah 15%
dan 20% tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia
Timur.
sumber : http://www.tribunnews.com/iptek/2014/11/19/asiafone-bakal-tambah-15-service-center-di-berbagai-kota-di-indonesia
