Archive for 2014

Rabu, 19 November 2014

Madrid - Rencana Real Madrid menggubah nama Santiago Bernabeu hampir dipastikan tinggal menungu waktu saja. Presiden Florentino Perez tidak sengaja tertangkap kamera mengungkap nama baru tersebut.

Dikutip dari Guardian, Perez tak sengaja tertangkap kamera sedang menunjukkan dua nama yang nantinya akan dipilih sebagai nama baru stadion yakni 'IPIC Bernabeu' dan 'CEPSA Bernabeu'.

Sejak beberapa bulan lalu Madrid diketahui tengah melakukan pembicaraan sponsorsip dengan sebuah perusahaan asal Abu Dhabi. Kerjasama tersebut akan membuat El Real dapat uang dalam jumlah besar yang akan digunakan untuk merenovasi dan membangun sarana pelengkap lain di stadion dan sebagai gantinya nama Santiago Bernabeu akan berubah.

Bulan lalu El Real akhirnya menyepakati kerjasama strategis dengan Abu Dhabi fund International Petroleum Investment Co (IPIC). IPIC disebut siap mendanai renovasi dan perubahan lain pada stadion yang total memakan biaya sebesar 320 juta poundsterling atau sebesar Rp 6 triliun.

Salah satu anak usaha IPIC adalah perusahaan energi yang bermarkan di Spanyol, Compania Espanola de Petroleos (CEPSA). Karena itulah CEPSA menjadi salah satu kandidat selain IPIC untuk menjadi nama baru Santiago Bernabeu.

Manajemen Madrid sudah memilih desain baru untuk kandang mereka yang proyeknya dikerjakan oleh GMP asal Jerman. Bernabeu dijadwalkan akan menambah dan merenovasi atap, memperbaiki eksterior dari struktur stadion yang ada kini dan juga membangun hotel serta pusat perbelanjaan. Pengembangan pada Santiago Bernabeu diharapkan bisa menambah pemasukan klub.

sumber





Tablet Android N1 secara resmi telah diperkenalkan oleh Nokia pada Selasa, (19/11/2014). Sebagai tahap awal, tablet Android pertama buatan Nokia itu baru tersedia untuk beberapa wilayah saja. Indonesia seperti biasa
Tag :
Selasa, 18 November 2014


Dalam membangun sebuah merek, tidak semata-mata hanya merek itu sendiri yang dibentuk untuk menjadi top of mind konsumen. Namun juga ada sisi lain yang tidak kalah penting yakni pelayanan purna jual. Hal ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa karena kepuasan pelanggan atau konsumen atas pelayanan purna jual akan tersebar mouth to mouth.
Asiafone  Bakal  Tambah  15 Service Center Di Berbagai Kota
Tag :
Minggu, 01 Juni 2014

Fotografer dan/atau foto manipulator ini sangat berpengalaman. Koleksi ini adalah bagian dari metmuseum.
Selasa, 04 Maret 2014
Jika kita bisa menghentikan kemerosotan fisik seiring bertambahnya umur, ahli biologi molekular Aubrey de Grey melihat bahwa tak ada alasan mengapa manusia tidak harus hidup hingga 1000 tahun

Manusia Hidup 1000 Tahun

Dengan jenggot dan pendapatnya yang kokoh, ada sesuatu yang mirip dengan nabi-nabi pada zaman perjanjian lama dengan Aubrey de Grey. Namun ahli gerontologi yang mempelajari proses penuaan mengatakan bahwa keyakinannya bahwa dia mungkin hidup hingga 1000 tahun tidak diperolehnya dalam keyakinan/kepercayaannya, tapi dalam sains. De Grey mempelajari ilmu komputer di Universitas Cambridge, tapi menjadi tertarik dengan masalah penuaan lebih dari sepuluh tahun lalu dan merupakan rekan pendiri Institut SENS (Strategies for Engineered Negligible Senescence) yang merupakan organisasi nonprofit berpusat di A.S. seperti yang dilansir oleh Guardian.

Apa yang salah dengan menjadi tua?

Sederhananya, orang jadi sakit ketika bertambah tua. Saya sering bertemu orang-orang yang mau menderita penyakit kardiovaskuler atau apalah, dan kita mendapatkan hal-hal itu sebagai akibat akumulasi lama dari berbagai tipe kerusakan molekular dan selular. Hal ini tidak berbahaya pada tingatan rendah tapi akhirnya hal itu menyebabkan penyakit dan cacat pada usia lanjut yang kebanyakan orang pikir tidak menyenangkan.

Apakah ini merupakan krisis kesehatan terbesar yang dihadapi dunia?

Sama sekali ya. Jika kita melihat pada dunia industri, pada dasarnya 90% semua kematian disebabkan karena penuaan. Hal-hal tersebut merupakan kematian dari sebab-sebab yang mempengaruhi para lansia dan tidak berpengaruh pada para dewasa muda. Jika kita melihat di seluruh dunia, angka kematian yang terjadi tiap hari sekitar 150.000 dan sekitar dua per tiga dari angka tersebut disebabkan karena penuaan.

Mengapa dunia tidak mengenali ini?

Orang-orang telah mencoba mengklaim bahwa kita bisa menaklukkan penuan sejak lama, dan mereka tidak mencapai kesuksesan. Ada kecenderungan untuk berpikir bahwa ada sesuatu yang tak terhindarkan tentang penuaan. Hal tersebut entah bagaimana melebihi kemampuan teknologi kita dalam prinsip yang sama sekali omong kosong.

Lalu ketika orang berdamai dengan hal mengerikan ini yang akan terjadi pada diri mereka di masa yang akan datang, mereka cenderung untuk menjadi agak enggan untuk menanyakan kembali ketika seseorang muncul dengan gagasan baru.

Apakah tubuh kita berhenti menjadi proaktif dengan kehidupan?

Pada dasarnya, tubuh memang memiliki perlengkapan anti penuaan alami tapi tidak 100% secara luas, jadi hal tersebut memperkenankan sejumlah kecil berbagai jenis kerusakkan molekular dan selular terjadi dan berakumulasi. Tubuh memang mencoba sekuat mungkin untuk melawan hal-hal ini tapi ini tak dapat bertahan. Jadi kita tidak akan bisa melakukan apapun secara signifikan tentang penuaan tanpa interfensi teknologi tinggi yang akan saya lakukan.

Penuaan melibatkan proses metabolisme, dan kemudian kemerosotan, dan kemudian patologi, benarkah?

Pada dasarnya, hal itu benar. Metabolisme melibatkan jaringan rumit proses biokimia dan sel yang terhubung dan hal tersebut berhasil membuat kita tetap hidup selama proses itu, tapi ada efek sampingnya.

Efek samping tersebut mulai bahkan sebelum kita lahir, efek itu tetap ada di segala penjuru kehidupan dan termanifestasi sebagai contoh, akumulasi dari berbagai tipe sampah molekul dalam dan luar sel, atau hanya sebagai sel yang mati dan tidak secara otomatis diganti oleh pembelahan sel lain. Bertahap perubahan-perubahan pada tingkat molekul dan sel berakumulasi dan akhirnya menghalangi metabolisme, dan di sanalah muncul patologi.

Anda telah mengidentifikasi tujuh bagian tertentu pembusukan sel yang mungkin bisa diatasi. Dapatkah anda memberikan contohnya?

Saya baru menyebutkan sel-sel mati dan tidak secara otomatis diganti, itu satu. Lainnya yaitu sel tidak mati ketika mereka seharusnya mati, beberapa tipe sel tertentu seharusnya berganti dan seringkali sel-sel tersebut kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal yang mengatakan bahwa mereka harus mati.

Yang ketiga yaitu sel-sel membelah terlalu banyak, mereka mungkin mati ketika mereka harus tapi membelah terlalu banyak, dan itu yang disebut kanker.

Kita tahu penyebab kanker untuk beberapa waktu tapi lama untuk mencari penyembuhannya, bukankah demikian?

Saya tentunya tidak mengklaim bahwa satupun dari hal ini gampang. Beberapa di antaranya lebih gampang tapi saya selalu memandang kanker sebagai aspek tunggal tersulit dari penuaan yang harus diperbaiki.

Anda berbicara tentang memperkaya kehidupan orang, tapi bukankah kematian yang membuat kehidupan kita berharga?

Itu adalah omong kosong. Faktanya ialah orang tak mau sakit. Saya adalah orang yang praktis. Saya tak mau sakit dan saya tak mau anda sakit dan itu yang saya maksud. Saya tidak membahas umur panjang, saya membahas membuat orang tetap sehat. Satu-satunya perbedaan antara karya saya dan keseluruhan profesi medis ialah bahwa saya pikir kita ada dalam penemuan membuat orang tetap sehat sehingga pada umur 90 mereka tetap terbangun dalam kondisi fisik yang sama ketika berumur 30, dan kemungkinan mereka tidak terbangun di suatu pagi tidak lebih tingi dari sebelumnya ketika berumur 30 tahun.

Anda mengatakan anda pikir orang pertama yang hidup hingga 1000 tahun mungkin sudah hidup. Mungkinkah orang itu adalah anda?

Hal itu mungkin bahwa orang-orang seusia saya 40an cukup muda untuk mendapatkan manfaat dari terapi ini. Saya memberikannya 30 atau 40% kemungkinan. Namun itu bukanlah hal yang memotivasi saya melakukan hal ini, saya melakukannya karena saya tertarik menyelamatkan 100.000 jiwa sehari.

Dapatkah bumi mengatasi orang-orang yang hidup begitu lama?

Hal itu tergantung pada keseimbangan angka kelahiran dan kematian. Kita tidak membutuhkan waktu lama untuk membatasi angka kelahiran setelah kita lebih kurang mengeliminasi kematian bayi 100 atau 150 tahun lalu. Saya tidak melihat bahwa itu merupakan pikiran sehat untuk menganggap resiko penghentian populasi sebagai alasan untuk tidak memberikan orang-orang layanan kesehatan terbaik yang bisa kita berikan.


referensi - http://sainspop.blogspot.com/2010/08/manusia-hidup-hingga-1000-tahun.html

Bintang tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono, terancam absen dalam laga uji coba melawan
Saat ini di Amerika orang-orang sudah menggunakan teknologi untuk mengontrol hasrat atau keinginan mereka.

Teknologi Pengontrol Keinginan
Contoh aplikasi 'Don't Dial!' dari Cuttlefish Industries

Teknologi ini cocok bagi siapa saja yang sedang dalam pekerjaan untuk menyelesaikan sesuatu tapi selalu diganggu oleh impuls-impuls untuk melakukan hal-hal lain.

Misalkan anda sedang menulis sebuah buku tapi selalu saja ada keinginan untuk membuka internet, maka anda dapat menggunakan teknologi ini untuk memblokir akses internet anda sendiri selama dua jam sehari.

Teknologi ini sebenarnya mirip dengan pengingat atau reminder pada telepon selular, tapi pengingat hanya berfungsi menurut waktu yang ditetapkan, sedangkan teknologi untuk mengontrol keinginan ini bekerja mengingatkan bahkan menghentikan atau membatasi aktifitas yang ingin kita lakukan pada saat kegiatan tersebut akan dilakukan.

Sekarang sudah banyak alat untuk membantu orang-orang untuk tetap pada jalur atau rencananya, misalnya sebuah program yang menghentikan pemakaian kartu kredit, atau alat yang memonitor anda sewaktu latihan dan memberikan masukan dalam bentuk suara. Alat-alat tersebut membantu kita untuk tetap disiplin dan berperilaku baik.

Kita telah memasuki era di mana peralatan elektronik berfungsi sebagai orang tua, polisi, dan pelatih karena kita tidak dapat mengontrol keinginan kita sendiri.

Jika ada kemauan, pastilah kita juga bisa mengembangkan teknologi seperti ini, khususnya aplikasi-aplikasi untuk menghentikan keinginan kita untuk melakukan hal-hal yang merugikan banyak orang.

referensi -  http://sainspop.blogspot.com/2010/12/teknologi-untuk-mengontrol-keinginan.html
Tag :
Gelandang Juventus, Arturo Vidal, membantah bakal bergabung dengan Barcelona atau Real Madrid pada
Senin, 03 Maret 2014
1. Faktor Biologis
Ada beberapa faktor biologis yang mempengaruhi perilaku agresif yaitu:

a. Gen tampaknya berpengaruh pada pembentukan sistem neural otak yang mengatur perilaku agresi. Dari penelitian yang dilakukan terhadap binatang, mulai dari yang sulit sampai yang paling mudah dipancing amarahnya, faktor keturunan tampaknya membuat hewan jantan yang berasal dari berbagai jenis lebih mudah marah dibandingkan betinanya.

b. Sistem otak yang tidak terlibat dalam agresi ternyata dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi. Pada hewan sederhana marah dapat dihambat atau ditingkatkan dengan merangsang sistem limbik (daerah yang menimbulkan kenikmatan pada manusia) sehingga muncul hubungan timbal balik antara kenikmatan dan kekejaman. Prescott (Davidoff, 1991) menyatakan bahwa orang yang berorientasi pada kenikmatan akan sedikit melakukan agresi sedangkan orang yang tidak pernah mengalami kesenangan, kegembiraan atau santai cenderung untuk melakukan kekejaman dan penghancuran (agresi). Prescott yakin bahwa keinginan yang kuat untuk menghancurkan disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menikmati sesuatu hal yang disebabkan cedera otak karena kurang rangsangan sewaktu bayi.

c. Kimia darah. Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresi. Dalam suatu eksperimen ilmuwan menyuntikan hormon testosteropada tikus dan beberapa hewan lain (testosteron merupakan hormon androgen utama yang memberikan ciri kelamin jantan) maka tikus-tikus tersebut berkelahi semakin sering dan lebih kuat. Sewaktu testosteron dikurangi hewan tersebut menjadi lembut. Kenyataan menunjukkan bahwa anak banteng jantan yang sudah dikebiri (dipotong alat kelaminnya) akan menjadi jinak. Sedangkan pada wanita yang sedang mengalami masa haid, kadar hormon kewanitaan yaitu estrogendan progresteronmenurun jumlahnya akibatnya banyak wanita melaporkan bahwa perasaan mereka mudah tersinggung, gelisah, tegang dan bermusuhan. Selain itu banyak wanita yang melakukan pelanggaran hukum (melakukan tindakan agresi) pada saat berlangsungnya siklus haid ini.

2. Faktor lingkungan
Yang mempengaruhi perilaku agresif remaja yaitu:

a. Kemiskinan
Remaja yang besar dalam lingkungan kemiskinan, maka perilaku agresi mereka secara alami mengalami penguatan. Hal yang sangat menyedihkan adalah dengan berlarut-larut terjadinya krisis ekonimi dan moneter menyebabkan pembengklakan kemskinan yang semakin tidak terkendali. Hal ini berarti potensi meledaknya tingkat agresi semakin besar. Ya walau harus kita akui bahwa faktor kemiskinan ini tidak selalu menjadikan seseorang berperilaku agresif, dengan bukti banyak orang di pedesaan yang walau hidup dalam keadaan kemiskinan tapi tidak membuatnnya berprilaku agresif, karena dia telah menerima keadaan dirinya apa adanya.

b. Anoniomitas
Terlalu banyak rangsangan indra dan kognitif membuat dunia menjadi sangat impersonal, artinya antara satu orang dengan orang lain tidak lagi saling mengenal. Lebih jauh lagi, setiap individu cenderung menjadi anonim (tidak mempunyai identiras diri). Jika seseorang merasa anonim ia cenderung berperilaku semaunya sendiri, karena ia merasa tidak terikkat dengan norma masyarakat da kurang bersimpati dengan orang lain.

c. Suhu udara yang panas
Bila diperhatikan dengan seksama tawuran yang terjadi di Jakarta seringkali terjadi pada siang hari di terik panas matahari, tapi bila musim hujan relatif tidak ada peristiwa tersebut. Begitu juga dengan aksi-aksi demonstrasi yang berujung pada bentrokan dengan petugas keamanan yang biasa terjadi pada cuaca yang terik dan panas tapi bila hari diguyur hujan aksi tersebut juga menjadi sepi.

Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa suhu suatu lingkungan yang tinggi memiliki dampak terhadap tingkah laku sosial berupa peningkatan agresivitas. Pada tahun 1968 US Riot Comision pernah melaporkan bahwa dalam musim panas, rangkaian kerusuhan dan agresivitas massa lebih banyak terjadi di Amerika Serikat dibandingkan dengan musim-musim lainnya (Fisher et al, dalam Sarlito, Psikologi Lingkungan,1992

3. Kesenjangan generasi
Adanya perbedaan atau jurang pemisah (gap) antara generasi anak dengan orang tuanya dapat terlihat dalam bentuk hubungan komunikasi yang semakin minimal dan seringkali tidak nyambung. Kegagalan komunikasi antara orang tua dan anak diyakini sebagai salah satu penyebab timbulnya perilaku agresi pada anak.


4. Amarah
Marah merupakan emosi yang memiliki cirri-ciri aktifitas system saraf parasimpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat yang biasanya disebabkan akarena adanya kesalahan yang muingkin nyata-nyata salah atau mungkin tidak (Davidoff, Psikologi Suatu Pengantar, 1991). Pada saat amrah ada perasaan ingin menyerang, meninju, menghancurkan atau melempar sesuatu dan biasanya timbul pikiran yang kejam. Bila hal tersebut disalurkan maka terjadilah perilaku agresif.

5. Peran belajar model kekerasan
Model pahlawan-pahlawan di film-film seringkali mendapat imbalan setelah mereka melakukan tindak kekerasan. Hal bisa menjadikan penonton akan semakin mendapat penguatan bahwa hal tersebut merupakan hal yang menyenangkan dan dapat dijadikan suatu sistem nilai bagi dirinya. Dengan menyaksikan adegan kekerasan tersebut terjadi proses belajar peran model kekerasan dan hali ini menjadi sangat efektif untuk terciptanya perilaku agresif.

6. Frustasi
Frustasi terjadi bila seseorang terhalang oleh ssesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara merespon terhadap frustasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustasi yang behubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan dan adanya kebutuhan yang harus segera tepenuhi tetapi sulit sekali tercap[ai. Akibatnya mereka menjadi mudah marah dan berprilaku agresi.

7. Proses pendisiplinan yang keliru
Pendidikan disiplin yang otoriter dengan penerapan yang keras terutama dilakukan dengan memberikan hukuman fisik, dapat menimbulkan berbagai pengaruh yang buruk bagi remaja (Sukadji, Keluarga dan Keberhasilan Pendidikan, 1988). Pendidikan disiplin seperti akan membuat remaja menjadi seorang penakut, tidak ramah dengan orang lain, membenci orang yang memberi hukuman, kehilangan spontanitas serta kehilangan inisiatif dan pada akhirnya melampiaskan kemarahannya dalam bentuk agresi kepada orang lain.

Sejak manusia dilahirkan ke dunia ini ia akan melewati beberapa priode kehidupan hingga saat dia sampai ke liang lahad. Masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi orangtua, tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Setiap masa pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan masa remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan kekuatiran bagi para orangtua. Masa remaja sering menjadi pembahasan dalam banyak seminar. Padahal bagi si remaja sendiri, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, dengan mengetahui faktor penyebab seperti yang dipaparkan di atas diharapkan dapat diambil manfaat bagi para orangtua, pendidik dan terutama para remaja sendiri dalam berperilaku dan mendidik generasi berikutnya agar lebih baik sehingga aksi-aksi kekerasan baik dalam bentuk agresi verbal maupun agresi fisik dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan.

Khalil Gibran mengatakan bahwa anak adalah ibarat anak panah. Pertanyaannya, sudahkah anak panah ini memperoleh kebebasan untuk mengarahkan kemana yang ia tuju? Ataukah demi gengsi, atau apalah yang lain anak panah itu akan dibawa dan ditancapkan pada sasaran? Remaja adalah sebuah generasi dari suatu peradaban. Karenanya mempunyai peran strategis dalam perencanaan pembangunan dan bahkan pada arah serta pelaku pembangunan itu sendiri. Namun demikian perlakuan yang salah pada remaja baik yang nakal maupun yang tidak oleh para orangtua dan pengambil kebijakan justru akan berakibat semakin buruk pada peradaban bangsa itu.

Pertanyaan terakhir adalah sudahkan kita mengambil langkah-langkah yang tepat guna mengarahkan perbuatannya kepada hal yang lebih positif?


referensi -  http://nadhirin.blogspot.com/2009/12/perilaku-agresif-remaja-hari-senin.html

Perilaku Agresif Remaja

Posted by Unknown
Siapa yang tidak tahu gosip? Apakah kita sendiri pernah bergosip ria? Adakah sesuatu yang salah dari tindakan atau perilaku semacam itu? Bukankah gosip wajar dilakukan sejauh ia dipahami sebagai bagian dari status kita sebagai manusia?
Oxford Dictionary mendefinisikan gosip sebagai “casual or unconstrained conversation or reports about other people, typically involving details that are not confirmed as being true.” Per definisi, gosip menegaskan beberapa hal penting yang menandai karakter kita sebagai manusia: percakapan atau informasi yang tak-terbatas mengenai orang lain. Percakapan atau obrolan selalu mengenai hal-hal yang kebenarannya belum dikonfirmasi apakah benar atau salah. Hal penting lainnya yang perlu ditambahkan adalah bahwa obrolan atau percakapan itu terjadi tanpa kehadiran orang yang sedang menjadi subjek pembicaraan tersebut.
Gosip dapat dikaji dari berbagai perspektif. Ada kajian antropologis atau sosiologis yang menegaskan bahwa dalam arti tertentu, gosip dibutuhkan masyarakat sebagai pemersatu relasi sosial. Gosip dapat menjadi sarana edukasi ketika karakter tokoh-tokoh tertentu dikisahkan secara berlebihan sebegitu rupa untuk menimbulkan kekaguman dan imitasi. Sementara gosip mengenai kelemahan lawan dapat membangkitkan keberanian dan harga diri diri anggota komunitas dalam persaingan antarkomunitas.
Gosip juga dapat dimaknakan secara filosofis. Kajian etika sendiri – terutama dari perspektif deontologi – menegaskan bahwa tindakan menggosip orang lain sama saja dengan memperlakukan orang lain sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan individu. Dalam arti itu, benarlah yang dikatakan Margareth Holland (“What’s Wrong with Telling the Truth? An Analysis of Gossip” dalam Americal Philosophy Quarterly, Vol. 33, No. 2, April 1996, hlm. 206), bahwa ada alasan moral untuk menghentikan atau tidak berpartisipasi dalam gosip ketika kita menyadari sepenuhnya “kaidah emas” yang memerintahkan kita untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Selain itu, gosip tetap bisa diposisikan sebagai tema refleksi fenomenologis-filosofis, misalnya dari sudut pandang obrolan dan kejatuhan manusia otentik dalam das Mann sebagaimana dikemukakan Martin Heidegger.
Tulisan ini mencoba meneropong gosip dari sudut pandang filsafat Kristiani. Karena tema tulisan ini begitu dekat dengan nilai-nilai Kristianitas, tulisan ini sebenarnya dapat juga dipahami sebagai semacam spiritualitas kritis atas nilai-nilai Kristianitas mengenai gosip itu sendiri. Untuk kepentingan tulisan ini, penulis sangat berutang budi pada karya Thomas Aquinas dalam Summa Theologica, II-II Q. 73,Art. 2.
Bahaya Kata-kata

Sebuah kisah datang tradisi filsafat Socrates. Sang filsuf dan guru kehidupan yang sangat dihormati ini suatu ketika kedatangan seorang tamu yang adalah sahabatnya sendiri. Kepada Socrates, sang tamu itu berkata, “Tahukah Anda apa yang baru saja aku dengar mengenai para sahabatmu?” Socrates menjawab, katanya, “Tahan sekejab. Sebelum Anda memberitahu kepadaku mengenai sahabat-sahabatku, bagus jika kita berdiam diri sejenak dan menyaring terlebih dahulu apa yang ingin kita katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya sebagai ‘tes penyaringan berlapis tiga’. Lapis pertama adalah Kebenaran. Apakah Anda yakin betul bahwa apa yang akan Anda katakan kepadaku adalah sebuah kebenaran?”
“Tidak juga,” jawab sang tamu itu. “Aku hanya mendengarnya dari orang lain dan ….”
Sebelum melanjutkan kata-katanya, Socrates memotong, “Baiklah! Jadi Anda tidak tahu persis apakah yang akan Anda katakan itu benar atau salah. Sekarang marilah kita terapkan penyaringan lapis kedua, yakni lapis Kebaikan. Apakah yang akan Anda katakan kepada saya adalah hal mengenai kebaikan sahabat saya?”
Sang tamu itu tampak tersipu-sipu lalu menjawab, “Emmmmm, tidak. Justru sebaliknya!”
Socrates pun menjawab, “Jadi Anda sebenarnya mau mengatakan sesuatu kepada saya mengenai sahabat saya tetapi Anda sendiri tidak bisa memastikan apakah itu suatu Kebenaran atau tidak. Dan yang akan Anda katakan itu bukanlah suatu Kebaikan mengenai sahabat saya. Mungkin saja Anda bisa melewati tes ini karena masih ada satu lagi penyaringan, yakni Kebermanfaatan. Apakah informasi yang ingin Anda beritahukan kepada saya mengenai sahabat saya itu akan bermanfaat bagi saya?”
“Tidak, sama sekali tidak!” jawab sang tamu itu.
“Baiklah,“ Socrates menyimpulkan, “Jika apa yang akan Anda katakan itu tidak mengandung kebenaran, tidak mengandung kebaikan, dan tidak bermanfaat, mengapa Anda ingin sampaikan kepadaku?” (Kisah diambil dari http://www.inspirationpeak.com/cgi-bin/stories.cgi?record=150, akses: 6 Februari 2014).
Mengapa ketiga ketiga syarat sebagaimana dikemukakan Socrates itu harus dipenuhi ketika kita membicarakan orang lain tanpa kehadiran dirinya? Memenuhi ketiga tuntutan itu sama artinya dengan tidak melibatkan diri dalam setiap upaya gosip-menggosip. Apakah manusia memang harus mencegah dirinya memasuki situasi yang memungkinkan terjadinya gosip? Jika disebut sebagai bagian dari hakikat alamiah manusia, mengapa manusia harus mencegah dirinya menggosip sesamanya?
Kata-kata yang keluar dari mulut kita ternyata bagai pedang bermata dua. Dia bisa menginspirasi, membangkitkan dan mendorong perubahan dan pertumbuhan manusia. Tetapi dia juga bisa menghancurkan. Kata-kata bahkan lebih mematikan daripada pedang, terutama ketika itu diungkapkan sebagai fitnah.
Dalam artikel pertama dari pertanyaan 73 dalam Secunda Secundae, Thomas Aquinas mengatakan bahwa gosip itu fitnah (backbiting). Melibatkan diri dalam gosip atau mendengar gosip, dalam iman Katolik, dikategorikan sebagai dosa ringan (venial sin). Menanggalkan terlebih dahulu perdebatan seputar gosip dan dosa, Thomas Aquinas berusaha menunjukkan secara rasional, mengapa gosip yang adalah fitnah itu harus dihindari. Sebagaimana lazim dalam cara berfilsafat Thomistik, sang filsuf pertama-tama menolak pandangan umum yang menolak fitnah sebagai salah (dan dosa). Menurut Thomas Aquinas, mereka yang membela fitnah sebagai tindakan yang salah umumnya mendasarkan diri pada dua alasan utama. Pertama, jika fitnah – per definisi – adalah membicarakan keburukan dan merusak nama baik orang secara rahasia, ini tidak memenuhi syarat kerahasiaan, karena memfitnah seseorang pasti dilakukan di hadapan para pendengar. Dalam arti itu, tindakan memfitnah memiliki dimensi kepublikan sehingga bertentangan dengan definisi kata “fitnah” itu sendiri.
Kedua, sehubungan dengan fitnah sebagai upaya merusak dan menghancurkan reputasi atau nama baik seseorang, pengertian ini pun harus ditolak. Sesuatu disebut sebagai reputasi atau nama baik mengandaikan rekognisi dan akseptasi publik. Karena itu, usaha menghancurkan nama baik tidak bisa tidak dilakukan secara publik.
Thomas Aquinas berpendapat bahwa kedua posisi ini tidak bisa diterima. Mereka yang menolak gosip dan fitnah sebagai sesuatu yang buruk lupa bahwa merusak dan menghancurkan orang lain itu dapat terjadi dalam dua cara, yakni secara terbuka dan langsung (seperti tindakan seorang perampok yang merebut nama baik seseorang secara frontal) dan secara tidak langsung (seperti tindakan seorang pencuri yang tidak memberitahu terlebih dahulu kapan dia datang). Bagi Thomas Aquinas, gosip dan fitnah adalah upaya merusak nama dan harga diri seseorang yang disebarkan melalui kata-kata, diucapkan secara tertutup dan rahasia (tanpa kehadiran korban). Tindakan ini buruk pada dirinya sendiri karena intensi penggosip adalah merendahkan dan menghancurkan korbannya melalui upaya meyakinkan lawan bicaranya bahwa apa yang dibicarakannya mengenai orang lain itu mengandung kebenaran. Tujuan akhir yang hendak dicapai penggosip adalah menciptakan kesan dan opini yang buruk dari orang lain (pendengar) mengenai korban gosip.
Berbeda dengan tindakan merusak dan mengahancurkan orang lain secara terbuka (posisi yang dibela para pendukung gosip), gosip dan fitnah memiliki kadar moralitas yang jauh lebih buruk. Menyerang dan menghancurkan orang secara terbuka (Thomas Aquinas menyebutnya sebagai “mencaci maki” atau reviling), meskipun berpengaruh pada kehormatan (honor) seseorang, sang korban memiliki kesempatan untuk membela diri. Tidak demikian dengan menggosip dan memfitnah orang. Korban yang difitnah tidak hanya kehilangan harga dirinya (honor), tetapi juga nama baiknya (good name). Mengapa nama baik (good name) sangat ditonjolkan oleh Thomas Aquinas dalam refleksi filosofis dan teologisnya mengenai gosip dan fitnah? Bagi dia, memiliki nama baik jauh lebih berharga dari harta dan kekayaan apa pun; bahwa ketiadaan nama baik justru menyulitkan seseorang dalam melakukan banyak hal secara baik. Padahal, menjadi baik secara moral – mengikuti Aristoteles – adalah bertindak sebagai orang yang berkeutamaan dengan merealisasikan seluruh potensialitas diri. Menjadi orang yang tersakiti karena fitnah akan menghalangi seseorang dari merealisasikan seluruh potensialitas dirinya itu.
Lebih dari Sekadar Larangan
Di sinilah kita mengerti dengan baik maksud kata-kata Socrates dalam dialog di atas. Bahwa menggosip atau memfitnah seharusnya dihindari karena tidak mengandung kebenaran, tidak membawa kebaikan, dan tidak bermanfaat. Implikasi moralnya amat jelas: relasi antarsesama dan persahabatan seharusnya dibangun di atas kebenaran dalam arti saling menerima apa adanya. Bahwa setiap orang saling mengisi dalam kekurangan dan kelebihannya. Bahwa kebenaran dalam arti itu akan membawa kebaikan bagi kita, dan kebaikan itulah manfaat dari relasi itu sendiri.
Belajar dari Santo Thomas, kita harus mengatakan tidak untuk gosip dan fitnah. Tindakan semacam itu tidak hanya melawan cinta kasih, tetapi juga keadilan. Cinta kasih adalah dasar persahabatan Kristiani. Radikalitas cinta kasih Kristiani justru terletak pada kesediaan menerima dan mengasihi orang lain, bahkan musuh sekalipun. Sementara keadilan adalah imperatif moral untuk memperlakukan orang lain sama seperti seseorang ingin diperlakukan.
Gosif dan fitnah ibarat pisau amat tajam yang siap menghancurkan relasi sosial kita. Maka membiarkan gosip dan fitnah tetap eksis sama saja dengan mengizinkan pedang teramat tajam itu mengiris dan mengancurkan persahabatan kita. Dan kita tidak mau seperti itu, bukan?[]

referensi -  http://jeremiasjena.wordpress.com/2014/02/25/tajamnya-pisau-gosip/

TAJAMNYA PISAU GOSIP

Posted by Unknown
Siapa yang tidak menyukai Bill Murray? Seniman Paul Gill pastilah salah satu fans beratnya!
 
referensi -  http://www.saatini.com/view/52452/Bill+Murrays

Bill Murrays

Posted by Unknown

Striker Borussia Dortmund, Robert Lewandowski, berharap bisa membawa timnya mengakhiri musim ini di posisi kedua Bundesliga. Demi mewujudkannya, Lewandowski meminta rekan-rekannya berjuang lebih keras.

Dortmund baru saja menempati posisi kedua setelah menang 3-0 atas Nuernberg. Kepastian itu didapat karena kekalahan Bayer Leverkusen mengalami kekalahan dari FC Mainz. Dortmund pun hanya unggul dua poin dari Leverkusen yang harus turun satu peringkat ke urutan ketiga.

"Kami kembali ke posisi kedua klasemen Bundesliga. Itulah posisi yang saat ini kami inginkan. Musim ini masih panjang dan sulit. Kami tetap harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi saat ini," jelas Lewandowski.

Pada laga melawan Nuernberg, Lewandowski turut menyumbang satu dari tiga gol kemenangan Dortmund. Tambahan gol tersebut membuat striker asal Polandia itu duduk di daftar pencetak gol terbanyak sementara Bundesliga dengan torehan 15 gol.

"Aku sangat senang mencetak gol ke gawang Nuernberg. Aku ingin mencetak lebih banyak gol hingga musim ini berakhir," kata bomber yang musim depan bakal berseragam Bayern Muenchen itu.

referensi -  http://bola.kompas.com/read/2014/03/03/2046428/Lewandowski.Dortmund.Hanya.Incar.Posisi.Kedua
Striker Barcelona, Alexis Sanchez, senang dengan hasil imbang pada laga Atletico Madrid melawan Real Madrid di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Minggu (2/3/2014). Menurut Alexis, hasil tersebut membuka peluang Barcelona untuk tetap bersaing dalam perburuan gelar La Liga.

Saat derbi Madrid berakhir imbang 2-2, Barcelona meraih kemenangan 4-1 atas Almeria di Stadion Camp Nou. Barcelona kini berada di urutan kedua dan hanya tertinggal satu poin dari Madrid yang berada di puncak klasemen. Sedangkan Atletico di posisi ketiga dan mengumpulkan 61 poin atau tertinggal tiga poin dari Madrid.

"Hasil pada laga Atletico melawan Madrid sangat bagus untuk kami. Tetapi yang terpenting adalah kami tetap meraih hasil yang bagus (melawan Almeria)," jelas Alexis.

"Kami mengamankan tiga poin dan hanya satu poin di belakang Madrid. Kami akan mencoba menempati peringkat teratas secepat mungkin," ucap pemain asal Cile itu.

Alexis lantas merasa kurang beruntung karena hanya mencetak satu gol saat Barcelona menang 4-1 atas Almeria. Selain Alexis, tiga gol Barcelona lain dilesakkan oleh Lionel Messi, Carles Puyol, dan Xavi Hernandez.

"Kesempatan mencetak gol sangat banyak. Namun, pertahanan Almeria bermain cukup bagus," ujar mantan pemain Udinese tersebut.

referensi -  http://bola.kompas.com/read/2014/03/03/1910058/Alexis.Bersyukur.Derbi.Madrid.Berakhir.Imbang
Jumat, 28 Februari 2014
Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa
Luke Klikovca membuat gambar yang menarik dengan menempatkan cairan berwarna dalam air. Dia menciptakan ilusi dunia yang berbeda, tanpa berat dan kekal abadi.

Awan-awan warna misterius

Posted by Unknown
John S.Pemberton yang biasa dipanggil Doc adalah ahli farmasi tinggal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Lahir di Knoxville, Georgia pada tahun 1831, namun ia menghabiskan masa
Madrid – Bersama Ronaldo dan Benzema, Gareth Bale turut menumbangkan dua gol saat

Bolaskor- Setelah 20 tahun dan empat edisi Piala Dunia, akhirnya FIFA memutuskan untuk kembali menggelar Piala Dunia di benua Amerika. Piala Dunia Brasil 2014 nanti akan menjadi
Senin, 03 Februari 2014
Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar
Tag :
Fantastic and surreal examples of photo manipulation.

Manipulasi Foto

Posted by Unknown

Labels

Menu

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Label

Blogroll

Blogger news

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Social Icons

Popular Posts

Copyright © 2013 Artikel Anak muda Jaman Sekarang -unknown blue Theme- Powered by Blogger - editted by mE. - original by Djogzs