Archive for November 2013
Jumat, 22 November 2013
Walaupun menjadi platform smartphone paling populer, tidak berarti semua orang yang puas dengan Android yang sekarang.
Tag :// IT
Komputer Generasi I (1940-1959)
ENIAC
Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) merupakan generasi pertama komputer digital elektronik yang digunakan untuk kebutuhan umum. Pgamroposal ENIAC dirancang oada tahun 1942, dan mulai dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John Presper Eckert di Moore School of
ENIAC
Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) merupakan generasi pertama komputer digital elektronik yang digunakan untuk kebutuhan umum. Pgamroposal ENIAC dirancang oada tahun 1942, dan mulai dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John Presper Eckert di Moore School of
Tag :// IT
Sabtu, 09 November 2013
Anak kucing yang menggemaskan ini bernama Daisy dan ia tinggal di Jepang. Ia difoto oleh pemiliknya Ben Terode.


















Advertorial
Apakah Anda juga memiliki hewan peliharaan? Rawat mereka dengan penuh kasih sayang :) PetCareRx adalah toko suplai dan obat-obatan untuk hewan peliharaan di Amerika yang paling terjangkau di web.
copy of - saatini.com


















Advertorial Apakah Anda juga memiliki hewan peliharaan? Rawat mereka dengan penuh kasih sayang :) PetCareRx adalah toko suplai dan obat-obatan untuk hewan peliharaan di Amerika yang paling terjangkau di web.
copy of - saatini.com
Tag :// artikel hiburan
Foto yang diambil pada saat yang sangat tepat.













copy of - saatini.com













copy of - saatini.com
Tag :// artikel hiburan
Kapten Norval Sinclair Marley
adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas
tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah
menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau
itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di
Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella,
seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang
berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan
warga setempat karena Ras.
Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.
Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.
Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.
Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.
Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.
Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.
Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.
Dua dekade
setelah dia meninggal, Imensitas
(kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur
transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya
menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya
filsfat, dan agama (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n
Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley
& The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20. pada
tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award.
Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.
Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.
Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.
Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.
Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.
Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.
Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.
Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.
Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.
Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.
Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.
Dua dekade
Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.
Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.
Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.
Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.
Tag :// The Icon World
Musik country adalah campuran dari sejumlah unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian Selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an.[1] Istilah musik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk menggantikan istilah musik hillbilly
yang berkesan merendahkan. Pada tahun 1970-an, istilah musik country
telah menjadi istilah populer. Istilah lain untuk genre musik ini adalah
country and western, namun sudah semakin jarang dipakai kecuali di Britania Raya dan Irlandia.[1]
Karier Elvis Presley berawal dari musik berirama country sebelum menjadi raja rock and roll. Salah satu julukan baginya adalah The Hillbilly Cat. Elvis juga pernah menjadi bintang tamu tetap di acara radio milik Louisiana Hayride[2] Salah seorang penyanyi country, Garth Brooks tercatat sebagai artis solo terlaku dalam sejarah industri rekaman AS. Ia telah menjual lebih dari 200 juta rekaman.[3] Taylor Swift adalah musisi country yang paling dikenal di Dunia & Indonesia saat ini.
Karier Elvis Presley berawal dari musik berirama country sebelum menjadi raja rock and roll. Salah satu julukan baginya adalah The Hillbilly Cat. Elvis juga pernah menjadi bintang tamu tetap di acara radio milik Louisiana Hayride[2] Salah seorang penyanyi country, Garth Brooks tercatat sebagai artis solo terlaku dalam sejarah industri rekaman AS. Ia telah menjual lebih dari 200 juta rekaman.[3] Taylor Swift adalah musisi country yang paling dikenal di Dunia & Indonesia saat ini.
Tag :// musik
1. Rock Star:
Ceritanya sekumpulan anak ben yg ngefans berat sama ben idolanya
steelwater yg udah ngetop. sangking ngefansnya tuh vokalis (peran utama)
cuma mau bawain lagu2nya steelwater. nah ini yg akhirnya memicu
keributan antara si gitaris dan sang vokalis, yg ceritanya si gitaris
udah bosan bawain lagu org laen. Pada suatu kesempatan ben mereka bisa
nonton konser ben idola mereka steelwater manggung, sang vokalis
antusias sekali sepanjang konser, apalagi nonton di deretan paling
depan. setiap lagu2 pasti udah di hapal dan dinyanyikan dengan sangat
sempurna sepanjang konser.. nah sampai2 waktu vokalisnya idolanya
scream, eh dia ikut2an scream juga. malah suaranya lebih gahar dari
vokalis idolanya. selanjutnya ia bener2 diterima sebagai vokalis
steelwater, setelah vokalis steel water asli dipecat(lantaran screamnya
dia tuh). Jadilah dia sang rock star dadakan, dan ngetop mendadak.
gimana kelanjutannya dengan temen2 se ben nya dolo? nonton sendiri aja
yah
2. tribute to jimmy hendrik
yg ini film dokumenter, pasti pada tau gua ngga usah ceritalah
3. Rock school
ini film baru2 aja bulan2 lalu maen di 21, ga udah cerita juga dah
4. ini judulnya apa yah:confused: :confused: please help
sori yg ini gua cuma tau ceritanya ga tau judul, yg maen michael j
fox(bukan back to the future loh), cerita tentang seorang gitaris blues
yg mencari jati diri&penggalaman di dunia gitar. Dia kemana mana
bawa gitar fender stratocaster, sama nenteng ampli yg kecil banget.
sampai berguru blues ke empunya musik blues alias sama org negro, sampai
akhirnya beradu gitar dengan shredder jagoan berambut gondrong. yah
kira2 gitulah yg gua inget, klo ada yg tau judulnya kasi tau pls. gua
mau nonton ulang juga nih.
5. yg ini juga lupa judulnya
yg ini true story, soalnya bercerita perjalanan hidupnya def lepard.
sampai di ceritain drummer yg kecelakaan trus buntung tangannya, gimana
dia bangkit lagi gabung def lepard
6. ini juga gua lopa, sayangnya ini yg paling ok filmnya:D
film ini(klo ada yg tau judul pls post aja) bercerita tentang, seorang
gitaris yg culun pengen ikut audisi ben jadi lead gitar. yah pokoknya
penampilan karakternya culun. Orangnya pendek kurus banget, rambut ala
bapak2 60an berkacamata bingkai item tebel lagi. Ok deh penampilannya
culun, tapi pas di audisi wuuuuuiiih permainan gitarnya jueeeleeek
buaangeet. wong picking aja masih klutuk2 bunyinya, chord masih fals2
hehehe. selaion ga di terima dia dihina hina sama anggota ben yg nge
audisi. sangking frustasi, malu, marah dan campur dendam dia berdekad
balas dendam. caranya? bersekutu dengan setan, dengan perjanjian dgn
iblis akhirnya dia bisa jadi shredder top dadakan, wong maen nya aja
pake gitar 2 neck berbentuk V, neck ada di kiri dan kanan badan, maen
dengan nada yg berbeda pula. trus dikasi liat dia tapping, speed
picking( sepertinya tuh aktor bener2 bisa shredding cuma gua ga tau
siapa aktornya, spt michael j fox kali yg bener2 bisa maen gitar). eh
segitulah ceritanya klo ada yg inget judulnya kasi tau yah
copy of - https://www.facebook.com/pages/Majalah-musik-rockn-roll/296128963775687?ref=stream
Tag :// musik
Membaca sejarah kehadiran musik jazz di dunia, tentunya seperti
mendengar berbagai penggal cerita yang agak sulit bagi kita untuk
mengetahui mana cerita yang sebenarnya. Karena banyak sekali sekelumit
kisah tentang awal musik jazz. Salah satunya adalah Buddy Bolden.
Seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans, dapat dikaitkan
dengan sejarah keberadaan musik jazz di dunia. Dimana sekitar tahun
1891, salah satu orang yang dipercaya sebagai legenda jazz ini meniupkan
cornet-nya (sejenis alat musik tiup mirip terompet) sebagai pertanda
dikumandangkannya musik jazz ke seluruh antero jagat. Meskipun sejarah
mengatakan bahwa latar belakang kehadiran musik jazz sedikit banyak
dipengaruhi berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues.
Musik jazz pun menjadi semakin menarik karena beberapa sejarah
mengatakan bahwa asal kata “jazz” berawal dari sebuah istilah vulgar
yang berkaitan dengan aksi seksual. Sebagian irama musik jazz pun
identik dengan rumah-rumah bordil dengan para wanita penghuninya.
Fotografi yang dilahirkan ke jagat raya sejak tahun 1839 oleh Louis Jacques Mande Daguerre, setidaknya dapat menaruh harapan khususnya pada catatan perkembangan sejarah musik jazz itu sendiri. Setidaknya sebagai catatan visual dan media informasi yang gampang dicerna bagi komunitas jazz. Misalnya saja sebagai bahan untuk melacak citra foto pertama tentang jazz di dunia. Memang sulit untuk mengatakan karya foto mana yang menjadi citra pertama di dalam dunia musik jazz. Tetapi bukan tidak mungkin bahwa kita dapat melacaknya dari karya-karya foto para fotografer jazz dunia semisal William Gottlieb yang mulai memotret musisi jazz ternama seperti Duke Ellington, Louis Armstrong, Frank Sinatra, Dizzy Gillespie dan Billie Holiday sejak tahun 1938. Lalu ada nama Herman Leonard yang banyak memotret tokoh-tokoh jazz seperti Charlie Parker, Sarah Vaughan, Lena Horne, Thelonius dari tahun 1940. Atau William Claxton yang mulai berkarya merekam aksi para musisi jazz legendaris seperti Chet Baker, Miles Davis, Nat King Cole, Joe Williams, Dinah Washington sejak tahun 1950. Tentunya dibutuhkan penelitian yang serius untuk melacak sejarah tersebut.
Barangkali dengan paparan itu pula ada sebuah gagasan untuk mencatat perkembangan sejarah musik jazz di indonesia. Dimana fotografi dapat menjadi sebuah medium untuk menghadirkan kembali citra tentang romantika dan perjalanan musik jazz. Seperti yang disuguhkan oleh Mia Damayanti Sjahir dalam Pameran Fotonya yang bertajuk Jazz – Poster & Post It di Potluck Coffee Bar & Library dari tanggal 11 Juli 2010 s/d 7 Agustus 2010. Pameran foto ini dikuratori oleh Dwi Cahya Yuniman, seorang pendiri klab jazz plus aktivitis jazz asal Kota Bandung. Uniknya, foto-foto yang dipamerkan tersebut tidak hanya mengisi tembok-tembok kosong yang disoroti lampu belaka. Melainkan ada beberapa foto yang sengaja ditampilkan untuk mengisi dan menjadi bagian estetika perabotan di tempat pameran itu digelar. Toples, bingkai kecil di rak buku, tempat cashier, dan sebagainya menjadi aksen bagi keutuhan pameran tersebut. Tentunya kita semua berharap bahwa pada suatu saat nanti, karya-karya foto tentang jazz ini dapat menjadi sebuah buku yang dapat meninggalkan jejak karya dan dapat dibagikan bagi masyarakat agar peradaban musik jazz terus mengalir seiring dengan dunia yang terus berputar tanpa henti.
copy of - wordpress.com
Fotografi yang dilahirkan ke jagat raya sejak tahun 1839 oleh Louis Jacques Mande Daguerre, setidaknya dapat menaruh harapan khususnya pada catatan perkembangan sejarah musik jazz itu sendiri. Setidaknya sebagai catatan visual dan media informasi yang gampang dicerna bagi komunitas jazz. Misalnya saja sebagai bahan untuk melacak citra foto pertama tentang jazz di dunia. Memang sulit untuk mengatakan karya foto mana yang menjadi citra pertama di dalam dunia musik jazz. Tetapi bukan tidak mungkin bahwa kita dapat melacaknya dari karya-karya foto para fotografer jazz dunia semisal William Gottlieb yang mulai memotret musisi jazz ternama seperti Duke Ellington, Louis Armstrong, Frank Sinatra, Dizzy Gillespie dan Billie Holiday sejak tahun 1938. Lalu ada nama Herman Leonard yang banyak memotret tokoh-tokoh jazz seperti Charlie Parker, Sarah Vaughan, Lena Horne, Thelonius dari tahun 1940. Atau William Claxton yang mulai berkarya merekam aksi para musisi jazz legendaris seperti Chet Baker, Miles Davis, Nat King Cole, Joe Williams, Dinah Washington sejak tahun 1950. Tentunya dibutuhkan penelitian yang serius untuk melacak sejarah tersebut.
Barangkali dengan paparan itu pula ada sebuah gagasan untuk mencatat perkembangan sejarah musik jazz di indonesia. Dimana fotografi dapat menjadi sebuah medium untuk menghadirkan kembali citra tentang romantika dan perjalanan musik jazz. Seperti yang disuguhkan oleh Mia Damayanti Sjahir dalam Pameran Fotonya yang bertajuk Jazz – Poster & Post It di Potluck Coffee Bar & Library dari tanggal 11 Juli 2010 s/d 7 Agustus 2010. Pameran foto ini dikuratori oleh Dwi Cahya Yuniman, seorang pendiri klab jazz plus aktivitis jazz asal Kota Bandung. Uniknya, foto-foto yang dipamerkan tersebut tidak hanya mengisi tembok-tembok kosong yang disoroti lampu belaka. Melainkan ada beberapa foto yang sengaja ditampilkan untuk mengisi dan menjadi bagian estetika perabotan di tempat pameran itu digelar. Toples, bingkai kecil di rak buku, tempat cashier, dan sebagainya menjadi aksen bagi keutuhan pameran tersebut. Tentunya kita semua berharap bahwa pada suatu saat nanti, karya-karya foto tentang jazz ini dapat menjadi sebuah buku yang dapat meninggalkan jejak karya dan dapat dibagikan bagi masyarakat agar peradaban musik jazz terus mengalir seiring dengan dunia yang terus berputar tanpa henti.
copy of - wordpress.com
Tag :// musik
Di republik ini, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta.
Padahal aslinya gag bro, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal
yang “bersaudara” tapi jelas berbeda.
Repotnya, di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae,
ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma
tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. “Di sini,
penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian,
diidentikkan dengan pengisap ganja dan
bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan,” ungkap Ras yang bernama asli
Muhamad Egar ini. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru
mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta
tujuan hidup yang jelas. Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum
alkohol, makan daging, dan bahkan mengisap rokok. “Para anggota The
Wailers (band asli Bob Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi
ajaran rastafari,” papar Ras.
Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia adalah seorang penganut rasta.
Ras menambahkan, salah satu bukti bahwa komunitas reggae di Indonesia sebagian besar belum memahami ajaran rastafari adalah tidak adanya pemahaman terhadap hal-hal mendasar dari filosofi itu. “Misalnya waktu saya tanya mereka tentang Marcus Garvey dan Haile Selassie, mereka tidak tahu. Padahal itu adalah dua tokoh utama dalam ajaran rastafari,” ungkap pemuda yang menggelung rambut panjangnya dalam sorban ini.
Pemusik Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu hakikat filosofi, yakni cinta damai.
Namun, meski tidak memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae (dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik mempelajari filosofi dan ajaran yang ada di baliknya.
Seperti diakui Hendry Moses Billy, gitaris grup Papa Rasta asal Yogya, yang mengaku musik reggae semakin menguatkan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang. Setiap ditilang polisi, ia lebih memilih berdebat daripada “berdamai”. “Masalahnya bukan pada uang, tetapi praktik seperti itu tidak adil,” tandas Moses yang mengaku sering dibuntuti orang tak dikenal saat beli rokok tengah malam karena dikira mau beli ganja.
Sementara Steven mengaku dirinya menjadi lebih bijak dalam memandang hidup sejak menggeluti musik reggae. Musik reggae, terutama yang dipopulerkan Bob Marley, menurut Steven, mengajarkan perdamaian, keadilan, dan antikekerasan. “Jadi kami memberontak terhadap ketidakadilan, tetapi tidak antikemapanan. Kalau reggae tumbuh, maka di Indonesia tidak akan ada perang. Indonesia akan tersenyum dengan reggae,” ujar Steven mantap.
Sila dan Joni dari Bali menegaskan, seorang rasta sejati tidak harus identik dengan penampilan ala Bob Marley. “Rasta sejati itu ada di dalam hati,” tandas Sila sambil mengepalkan tangan kanan untuk menepuk dadanya.
So, Yomaaaaaaaan. . .
Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,ujar Ras Muhamad, pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta.
Ras Muhammad
Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia adalah seorang penganut rasta.
Ras menambahkan, salah satu bukti bahwa komunitas reggae di Indonesia sebagian besar belum memahami ajaran rastafari adalah tidak adanya pemahaman terhadap hal-hal mendasar dari filosofi itu. “Misalnya waktu saya tanya mereka tentang Marcus Garvey dan Haile Selassie, mereka tidak tahu. Padahal itu adalah dua tokoh utama dalam ajaran rastafari,” ungkap pemuda yang menggelung rambut panjangnya dalam sorban ini.
Pemusik Tony Q Rastafara pun mengakui, meski ia menggunakan embel-embel nama Rastafara, tetapi dia bukan seorang penganut rasta. Tony mencoba memahami ajaran rastafari yang menurut dia bisa diperas menjadi satu hakikat filosofi, yakni cinta damai.
Yang saya ikuti cuma cinta damai itu,tutur Tony yang tidak mau menyentuh ganja itu.
Namun, meski tidak memahami dan menjalankan seluruh filosofi rastafari, para penggemar dan pelaku reggae di Indonesia mengaku mendapatkan sesuatu di balik musik yang mereka cintai itu. Biasanya, dimulai dari menyenangi musik reggae (dan lirik lagu-lagunya), para penggemar itu kemudian mulai tertarik mempelajari filosofi dan ajaran yang ada di baliknya.
Seperti diakui Hendry Moses Billy, gitaris grup Papa Rasta asal Yogya, yang mengaku musik reggae semakin menguatkan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang. Setiap ditilang polisi, ia lebih memilih berdebat daripada “berdamai”. “Masalahnya bukan pada uang, tetapi praktik seperti itu tidak adil,” tandas Moses yang mengaku sering dibuntuti orang tak dikenal saat beli rokok tengah malam karena dikira mau beli ganja.
Sementara Steven mengaku dirinya menjadi lebih bijak dalam memandang hidup sejak menggeluti musik reggae. Musik reggae, terutama yang dipopulerkan Bob Marley, menurut Steven, mengajarkan perdamaian, keadilan, dan antikekerasan. “Jadi kami memberontak terhadap ketidakadilan, tetapi tidak antikemapanan. Kalau reggae tumbuh, maka di Indonesia tidak akan ada perang. Indonesia akan tersenyum dengan reggae,” ujar Steven mantap.
Sila dan Joni dari Bali menegaskan, seorang rasta sejati tidak harus identik dengan penampilan ala Bob Marley. “Rasta sejati itu ada di dalam hati,” tandas Sila sambil mengepalkan tangan kanan untuk menepuk dadanya.
So, Yomaaaaaaaan. . .
Tag :// musik
Kamis, 07 November 2013

Siapa yang tak terpesona dengan warna-warna indah, termasuk warna yang dilukis pada bangunan? Beberapa kota di dunia dinobatkan menjadi kota paling berwarna.
Selain desain bangunan yang unik pada kota, warna cerah yang membalut bangunan pun terlihat cantik menyegarkan mata. Beberapa kota berwarna yang ada kini semakin banyak menjadi incaran liburan wisatawan.
Seperti dilansir Huffington Post, daftar kota berwarna tersebut kebanyakan berasal dari daratan Eropa. Mungkin saja kota-kota cerah ini bisa menginspirasi salah satu kota di Indonesia untuk membuat hal serupa. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk destinasi wisata.
Arcos de la Frontera, Spanyol
Daerah yang berada di wilayah Andalusia ini memiliki desa dengan julukan "white village". Desa yang berada di atas perbukitan itu memiliki monumen bersejarah yang ada sejak abad ke-15.
Juzcar, Spanyol
Tahu dengan film animasi "Smurf" pada sekitar tahun 2011? Seperti itulah kota yang berada di selatan Spanyol itu. Rumah-rumah bercat biru, layaknya tempat tinggal Smurf.
Setelah mengubah diri seperti hunian Smurf, wisatawan yang datang ke kota ini semakin meningkat. Penduduk pun mulai hidup melalui sektor pariwisata. Mereka mempertahankan warna biru yang makin banyak mendatangkan wisatawan.
SHUTTERSTOCK Juzcar, SpanyolSuhu udara di kota ini cukup dingin. Maka penduduk pun memilih untuk tinggal dalam rumah-rumah yang terbuat dari kayu. Kreativitas lain diberikan penduduk dengan mengecat rumah kayu mereka dengan warna-warni.
Pelourinho, Salvador, Brasil
Pelourinho adalah kota pusat sejarah di Brasil. Kota yang masih menyimpan arsitektur bangunan asli masa lalu itu ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO.
Wroclaw, Polandia
Kota Wroclaw mungkin tak begitu banyak diketahui di antara kota lainnya di Polandia. Padahal kota ini adalah kota keempat terbesar di Polandia. Bangunan pada kota memiliki arsitektur bangunan gotik. Kehidupan malam dan pasar terbesar di Eropa pun bisa dijumpai di sini.
Gamla Stan, Stockholm, Swedia
Kota tua Stockholm adalah kota favorit untuk turis. Jalan-jalan berbatu, kafe, dan Royal Palace. Bangunan-bangunan di sekeliling kota pun sangat berwarna.
copy of - kompas.com
Tag :// artikel hiburan

Selama dua puluh tahun, Bruce Lubin dan istrinya, Jeanne, sudah mengumpulkan berbagai tips dan kiat untuk menghemat waktu, uang, dan cara-cara lainnya untuk membuat pekerjaan rumah lebih mudah. Pasangan ini sudah memublikasikan apa yang mereka kumpulkan dalam buku berjudul "Who Knew?" (Siapa yang Menyangka?).
Seperti dikutip dalam Huffington Post, hanya dengan memanfaatkan kulit jeruk pasangan ini membagikan tipsnya. Simak berikut ini:
Oven
Jangan terburu-buru membuang kulit jeruk yang baru selesai Anda makan. Bagi Anda yang punya oven dengan fitur "membersihkan otomatis", Anda akan tahu bahwa setiap oven tersebut "membersihkan dirinya sendiri" dan ada bau tak sedap tertinggal di dalamnya.
Anda bisa menghilangkan bau tidak sedap itu menggunakan kulit jeruk. Caranya, turunkan panas oven menjadi 350 F (176,6 C) setelah proses "pembersihan otomatis" selesai. Kemudian, masukkan kulit jeruk yang sudah ditaruh di nampan panggang, dan masak kulit jeruk tersebut selama setengah jam. Oven dan seluruh dapur Anda akan wangi seketika.
Sepatu
Kedua, kulit jeruk bisa Anda manfaatkan untuk mengharumkan sepatu. Masukkan kulit jeruk ke dalam sepatu. Kulit jeruk akan menyerap kelembaban di dalam sepatu dan membuat sepatu Anda wangi.
Lemari es
Ketiga, kulit jeruk ternyata mampu membuat lemari es Anda lebih harum. Bahkan, di antara berbagai bahan alami lainnya, jeruk atau jeruk bali mampu menghilangkan bau tidak sedap di lemari es paling ampuh.
Caranya pun mudah. Anda hanya perlu menaburkan garam pada kulit jeruk atau jeruk bali, kemudian letakkan di bagian belakang lemari es. Ganti secara berkala ketika kulit jeruk sudah sangat lembab.
Selain kulit jeruk, Anda juga bisa menggunakan baking soda untuk menghilangkan bau di dalam lemari es. Ekstrak vanila juga mampu melakukan hal yang sama. Anda hanya perlu menaruh baking soda atau ekstrak vanila ke dalam wadah mungil (seperti tutup botol) kemudian letakkan di dalam lemari es. Mudah bukan?
copy of - kompas.com
Tag :// artikel hiburan
Tag :// artikel hiburan
Ilustrator dan desainer asal Berlin, Rocco Malatesta, membuat beberapa cetakan dan poster yang mengagumkan. Pesan salinannya disini
Tag :// artikel hiburan

Usia 2-3 th :
Balapan memindahkan bola dari ember ke keranjang
Lomba mengumpulkan kertas yang disebar di arena, paling banyak yang menang.
Lomba makan kue.
Usia 4-6 th :
lomba memindahkan bendera dari satu botol ke botol yang lain.
lomba mewarnai
Lomba joget & jadi patung (kalau musik dimatikan harus jadi patung, yang gerak kalah)
Lomba makan kerupuk
Lomba memindahkan air dengan gelas
Bahan/Alat :
– Ember Plastik isi air (2 ember per peserta)
– Mug Plastik (yang agak besar, ada pegangannya)
Lomba memindahkan bola ke Ember di atas kepala Ayahnya
Bahan/Alat :
– Ember Plastik (1 per peserta)
– Bola Plastik warna-warni
Lomba Memakai Kemeja
Bahan/Alat :
– Kemeja Berkancing
Lomba Lepas-Pasang Sepatu
Bahan/Alat :
– Sepatu masing-masing
Usia 7-11 th :
Lomba memindahkan kelereng pakai sendok.
lomba balap karung
lomba bangkiak
lomba masukkan pensil yang diikat di pinggang ke dalam botol dengan tangan terikat.
lomba pasang puzzle
lomba cepat membuat mummi (pasangan dibungkus dengan kain perban)
Usia 12-15 th :
lomba giring bola pakai botol yang diikat di pinggang, jadi mukul bolanya tidak boleh pakai kaki atau tangan, harus pakai botol sampai ke seberang.
lomba memindahkan kacang kedele/atom pakai sumpit
lomba pecahkan kendi dengan mata tertutup.
lomba makan pisang dengan mata tertutup
lomba joget berpasangan (masing-masing bertolak punggung dan diantara punggung mereka dikasih balon, balonnya tidak boleh pecah/jatuh)
lomba ular naga, satu team 3 orang yang didepan memegang jarum dan yang dibelakang memakai buntut balon. Masing-masing team harus dapat memecahkan balon lawan. Jadi akan terjadi kejar mengejar untuk memecahkan balon lawan tapi juga harus menjaga buntut balonnya supaya tidak pecah, dimana ketiga peserta harus tetap bersatu dengan masing-masing tangan di pundak.
USIA 13 THN dst.
Permainan lawan team Ayah-ayah
Futsal,
Basket 1/2 lap
Tarik Tambang
bALAP KARUNG
sEPAK BOLA DENGAN MUSIK
SEPAK BOLA DENGAN BAJU WANITA
Lomba pukul bantal di atas sungai
Tag :// Olahraga
Jumat, 01 November 2013
Kita semua tahu Cina mengalami pertumbuhan ekonomi yang luar biasa
besar. Pemerintah baru-baru ini membelanjakan 200 juta dolar untuk
jaringan kereta api. Namun tidak semua uang dibelanjakan dengan baik:
selain pihak pengembang, tidak ada seorang pun yang tinggal di Ordos.
Mengapa ia kosong? Karena terlalu mahal.Foto-foto ini dibuat oleh Michael Christopher Brown.


























Tag :// artikel hiburan





