Posted by : Unknown
Selasa, 10 Desember 2013
Setiap klub bola di dunia, seperti halnya suatu
negara, juga memiliki himne atau lagu
kebangsaan yang biasanya dinyanyikan oleh para pendukung ketika klub kesayangannya bermain.
Himne atau anthem song tersebut biasanya
dibuat oleh para supporter itu tersendiri, dan
kadang himne tersebut juga akan dinyanyikan di dalam stadion jika tim
itu mencetak gol ataupun ketika tim itu menang di akhir pertandingan.
Berikut contoh beberapa macam himne
supporter klub di Eropa:
1. AC Milan
Milan Sempre dan Cori Da Stadio ini merupakan lagu kebangsaan klub AC
Milan, yang sering dinyanyikan para Milanisti ketika klub kesayangan
mereka meraih kemenangan. Biasanya lagu tersebut dinyanyikan saat laga
kandang dimana para fans fanatik memerahkan Stadion San Siro dan
bersama-sama menyanyikan lagu tersebut.
2. Juventus
Storia Di Un Grande Amore, lagu himne
tersebut biasa dinyanyikan oleh para Juventini atau Juvedonna pada
akhir laga kandang dimana para fans fanatik memadati Juventus Stadium.
Dalam bahasa Inggris judul lagu tersebut diterjemahkan menjadi Story of A
Big Love yang artinya Kisah tentang Sebuah Cinta yang Agung. Lagu
pemersatu para fans fanatik Juve ini dapat dinikmati dalam sebuah
komposisi lengkap yang digubah oleh Paolo Belli.
3. Inter Milan
Pazza Inter Amala, lagu himne dari Inter ini
memiliki hak cipta yang dipegang oleh Graziano Romani dengan
menyempurnakan menjadi sebuah lagu yang dapat didengar dengan merdu.
Alasan mendasar diciptakannya lagu ini adalah untuk menimbulkan rasa
nasionalisme terhadap klub yang kental di diri masing-masing fans
fanatik klub. Inter sendiri merupakan pecahan dari Milan.
4. Liverpool
You’ll Never Walk Alone, ditulis oleh Richard
Rodgers dan Oscar Hammerstein II, untuk
Broadway 1945 musikal “Carousel.” Lagu ini
dipopulerkan oleh Gerry Marsden dan band-nya, The Pacemakers di
Liverpool, pada Oktober 1963. Lagu ini bahkan menjadi lagu hit dalam
tangga lagu ketika itu. Seluruh supporter melantunkan You’ll Never Walk
Alone di Anfield sebelum pertandingan dimulai dan ketika masa istirahat
paruh pertama. Sejak masa itu, You’ll Never Walk Alone diterima sebagai
anthem Liverpool FC. Kini, pendukung setia Liverpool tak hanya
menyanyikannya di Anfield saja. Di kandang lawan pun, dengungan You’ll
Never Walk Alone senantiasa terdengar.
5. Manchester United
Glory Glory Man United. Lirik lagu tersebut
ditulis oleh Frank Renshaw, yang merupakan
anggota Herman’s Hermits pada tahun 70 dan 80′an. Lagu ini pertama kali
didengarkan ke publik pada final Piala FA pada 1983. Biasanya lagu
tersebut dinyanyikan setelah mencetak gol atau setiap saat ketika United
menang.
6. Chelsea
Blue Is The Color, lagu ini diciptakan oleh D.Boone dan R. McQueen pada 1972, dan
dinyanyikan oleh seluruh pemain Chelsea pada saat itu bertepatan dengan
penampilan Chelsea di Final Piala Liga Inggris 1972 melawan Stoke City.
Meski kala itu Chelsea kalah dengan Stoke City. Lagu ini diputar di
Wembley Stadium setiap kali Chelsea menjadi juara Piala FA.
7. Barcelona
El Cant del Barca. Lagu ini diciptakan oleh Jaume Picas dan Josep M.
Espinàs dan aransemen musik dipercayakan kepada Manuel Valls Gorina.
Lagu ini ditulis pada 1974, bertepatan dengan Perayaan HUT ke-75
Barcelona. Lagu ini dinyanyikan untuk pertama kalinya dengan 3.500 suara
yang dilakukan oleh Oriol Martorell.
8. Real Madrid
Hala Madrid dan Del Real Madrid. Kedua lagu
ini yang sering dinyanyikan para supporter
Madrid. Namun yang paling sering adalah Hala Madrid dan lebih akrab di telinga para fans Madrid di seluruh dunia. Hala Madrid
mempunyai arti Mencari Kemuliaan Dalam
Kompetisi, merekalah para ksatria kehormatan. Lagu ini ditulis oleh
komposer terkenal Spanyol Luis Cisneros Galiane dalam perjalanan kereta
dari Aranjuez menuju Madrid pada 1952.